Akad Pemberian

Posted in -SKETSA 2012, AGAMA, PERCIKAN with tags , , , , , on January 26, 2012 by spesies

Pagi tadi, saya mendapatkan hikmah dari melihat tayangan Mamah dan Aa, di Indosiar. Ada jamaah bertanya: seseorang memberikan sesuatu kepada A, disaksikan banyak orang. Suatu ketika orang tersebut meminta kembali pemberiannya ke A. Bagaimana hukumnya? Mamah menjawab pemberian tidak boleh diminta lagi. Kecuali, pemberian orangtua kepada anaknya, juga pemberian suami kepada istrinya. Mamah Dedeh menjelaskan, jika suami memberi sesuatu kepada istri, istri hanya mengucapkan ya. Maka suami berhak meminta kembali suatu saat, kecuali ada ijab kabul.

Ini hal baru bagi saya. Artinya, pemberian suami kepada istrinya, tanpa ijab kabul, maka pemberian tersebut masih menjadi hak suami. Ketika saya memberikan uang, atau pun barang kepada istri, seringkali dibarengi ucapan (ijab): ini buat sayang; ada uang buat tambah-tambah belanja sayang; atau kadang bilang ada hadiah buat sayang. Alhamdulillah istri saya selalu mengucapkan: Alhamdulillah, makasih sayang pemberiannya. Ia juga pernah berucap, apapun dan berapapun pemberian sayang, aku terima dengan senang, bersyukur, dan harus selalu bilang tengkiu. Read more »

Mencari Jalan Keluar (2)

Posted in -SKETSA 2012, PERCIKAN with tags , , , , on January 26, 2012 by spesies

Tulisan ini menjadi sambungan dari tulisan terdahulu Mencari Jalan Keluar. Pagi ini saya teringat bahwa qadha (ketetapan Allah) memang sudah pasti, manusia tidak dapat menolak qadha, atau orang sering bilang: sudah takdirnya. Benarlah pernyataan ini, namun ada tuntunan Baginda Rasulullah SAW, bahwa taqdir bisa diubah dengan doa.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ (الترمذي).

Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik.” (HR Tirmidzi 2065)
Read more »

Dzikrina

Posted in -SKETSA 2012, PERCIKAN with tags , , , , , , , on January 24, 2012 by spesies

Lama sekali saya ingin menulis buku kecil tentang sejarah anak saya, tapi tertunda-tunda … Saya teringatkan kembali ketika bertemu dengan Faiz Ahsoul, sosok spesial di mata saya, sekitar pertengahan Juli 2011. Faiz orang biasa yang suka membaca dan menulis, meski tak setenar penulis2 ngetop yang ingar bingar mewarnai jagat  buku seperti Andrea Hirata atau Habiburrahman El Shirazy. Tapi Faiz telah menelorkan ide besar dengan mendorong lahirnya Babersku alias Belajar Bersama Menulis Sejarah Kampung. Warga  Kampung Patehan, Yogyakarta, pun sukses menulis buku sejarah kampung yang dijuduli Ngeteh di Patehan (2011).

Bagi saya gagasan Faiz itu luar biasa. Mungkin orang lain banyak yang menulis sejarah sejumlah tempat. Namun yang menularkan kemampuan menulis itu kepada orang-orang kampung, agar bisa menulis sejarah kampung mereka, ya hanya Faiz. Buah kerja Faiz setidaknya sudah diakui dengan penghargaan sebagai Juara I Lomba Karya Nyata Pengelola Taman Bacaan Masyarakat pada Jambore 1000 PTK PAUDNI 2011 lalu. Jambore 1000 PTK PAUDNI adalah ajang kompetesi bagi pendidik dan tenaga kependidikan jalur Pendidikan Aanak Usia Dini (PAUD), nonformal dan informal. Babersku turut mengantarkan Faiz menjadi yang terbaik. Read more »

Mendekatkan yang Jauh, Menjauhkan yang Dekat

Posted in -SKETSA 2012, Uncategorized with tags , , , , , , , , on January 24, 2012 by spesies

Rutinitas perjalanan CGK-JOG PP masih saya jalani saban 2 minggu sekali. Dan selalu ada pemandangan yang membuat saya sebal sejak mula saya melihatnya. Yakni kebiasaan orang menyalakan ponsel saat sudah di dalam pesawat, baik sebelum berangkat maupun ketika pesawat mendarat. Dialog yang sering saya dengar adalah: saya sudah di dalam pesawat ini, bla bla bla.. Atau saya baru mendarat masih di dalam pesawat, bla bla bla… Padahal tanpa pemberitahuan itu, orang di seberang sudah tahu bahwa ia sedang terbang bukan naik bus atau kereta. Tak perlu harus ditegaskan saya sudah atau masih di pesawat…

Pemandangan lain yang menyebalkan adalah kebiasaan asyik berceloteh di twitter, ngobrol di Facebook, atau BBM ketika sudah di dalam pesawat. Sebelum ditegur pramugari, ponsel masih on.. Begitu juga saat pesawat landing, bisa dihitung dalam beberapa detik, akan berlomba-lomba mengaktifkan ponsel mereka. Mereka langsung tenggelam dalam keasyikan dengan lawan bicara di dunia maya, entah siapa, entah di mana.  Read more »

Mencari Jalan Keluar

Posted in -SKETSA 2012 with tags , , , , , on January 24, 2012 by spesies

Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya(QS .Al-Furqan ayat 2).

Nukilan ayat Allah itu merupakan satu di antara banyak ayat yang mengangkat tentang qadha (ketetapan Allah) dan qadhar (kepastian terjadinya ketetapan Allah).. Entah sejak kapan, saya memandang qadha dan qadar jika diwujudkan dalam visual ibarat permainan mencari jalan keluar, yang sejak usia Taman Kanak-Kanak (TK) sudah saya kenal. Dari yang sederhana, dengan alternatif jalan bercabang yang sedikit, target yang dituju juga dekat, hingga yang rumit, sehingga memerlukan coba-coba memilih jalan ini atau itu, sampai akhirnya ketemu jalan keluarnya.  Read more »

Sedari Dulu

Posted in SKETSA 2010 on July 10, 2010 by spesies

Sedari Dulu

Posted in MUSIK with tags on July 2, 2009 by spesies

Celathu Sang Presiden

Posted in -SKETSA 2008, BUKU with tags , , on December 26, 2008 by spesies

Judul: Presiden Guyonan

Penulis: Butet Kartaredjasa

Penerbit: Kitab Sarimin Yogyakarta, cetakan I November 2008

Tebal: xiv + 285 halaman

Butet Kartaredjasa menyampaikan sketsa sosial, merekam dan membidik kenyataan kehidupan dengan perspektif kejenakaan.

Mas Celathu namanya. Penampilannya bersahaja: baju berbahan katun dengan model “itu-itu saja.” Ukurannya selalu lebih longgar dari tubuhnya yang subur, sehingga angin bisa leluasa menyapa bulu keteknya. Matanya dilapis kaca ukuran minus setebal wingko babat, dengan model telor sebulat-bulatnya telor ceplok. Dan lihatlah kakinya! Sepatu sandal bikinan Yogya dari kulit sapi lokal selalu membungkus kaki, dan mengingatkan kita kepada biarawan dan guru-guru Taman Siswa. Dalam penampilan seperti itu, semestinya dia lebih pantas berpredikat rohaniawan atau guru. Setidaknya tutur katanya akan familiar dengan adat kesopanan yang terkadang lamis dan canggih menyajikan kepalsuan. Tapi ternyata tidak.

Begitu kita melihat wajahnya yang berbibir seperti iwak empal alias rada tebal, dan tabiatnya yang rajin menyambar omongan orang sesuka dan sekena-kenanya –untuk tidak disebut waton njeplak– maka gugurlah semua imajinasi yang stereotipe itu. Saya malah semakin mempercayai pemeo yang menyebutkan bahwa “nama membawa tuah” Sesuai namanya, Mas Celathu memang suka melontarkan celathu. Jika diindonesiakan celathu berarti “berujar” atau “menyergah”. Peristiwa apapun dikomentari. Read more »

Stop: Tiada Maaf

Posted in -SKETSA 2008 with tags , on November 8, 2008 by spesies

jago1

Kesibukan kerja yang luar biasa membuat waktu buat mengisi blog ini sementara waktu hilang. Tulisan lama bertahun 2002 masih ada sekitar 50-an file yang belum masuk dalam blog ini. Saya tergelitik menulis lagi soal “maaf-memaafkan” lantaran belum lama berselang, secara tak sengaja saya membuat kesalahan terhadap seorang teman lama, yang baru bersua via ponsel, setelah 20 tahun tak pernah bersapa kabar sekali pun.

Kebetulan teman itu memang dulu, saat SMA, termasuk salah satu figur publik..setidaknya lebih dikenal dibanding saya… Selain pandai, dia juga cantik, dari keluarga berada dengan status sosial yang terpandang.

Di masa 1980-an, dia sebagai anak seorang dokter, di mata saya ya anak orang kaya.. Mungkin di masa kecilnya tak pernah bersentuhan dengan telek ayam seperti saya. Masa remaja saya, sehari-hari, sudah biasa bergaul dengan ayam-ayam peliharaan. Bukan sekadar dipelihara tentunya, tapi telurnya, tentu saja sang ayam itu sendiri menjadi barang berharga buat menambah biaya sekolah. Maklum, saya hanya anak PNS golongan II. Read more »

Meminta Maaf, Lupa Memaafkan

Posted in -SKETSA 2008 with tags , on October 11, 2008 by spesies

Lebaran selalu disibukkan ritual berkirim ucapan Idul Fitri… Di masa silam, ucapan “selamat idul Fitri” dan “mohon Maaf Lahir dan Bathin” banyak dikirim melalu kartu ucapan. Namun di era kini, masyarakat banyak tak lagi saling berkirim kartu ucapan lebaran. Hanya untuk relasi penting, atau antarperusahaan yang masih membutuhkan kartu ucapan lebaran. Era sekarang, ucapan lebaran telah tergantikan kiriman SMS atawa layanan pesan singkat via ponsel.. baik yg sekadar kiriman berupa teks ucapan, maupun yang berisikan image.

Praktis, memang, berkirim ucapan melalui media ponsel. Selain mudah, biayanya juga sangat murah. Antara Rp 50-Rp 100. Bandinkan dengan harga kartu ucapan, yang sekitar Rp 500-Rp 2000 untuk kelas murah sampai menengah. Belum lagi biaya perangko..Bisa diperkirakan biaya keselurahnnya setiap lembar kartu ucapan… Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.