Menghidupkan Raja Scorpion

SOSOK mumi dalam film horor mutakhir tak lagi diwujudkan dalam jasad manusia berbalut gombal. Pada film bertema mumi belakangan, mayat zaman Mesir Kuno itu bersalin rupa menjadi manusia “betulan”. Ia menjelma dalam tubuh manusia sempurna dengan kekuatan mistik luar biasa. Mumi pendeta Mesir Kuno bahkan mampu menghidupkan mumi lain untuk kejayaan di eranya.

Kisah kebangkitan pendeta Mesir Kuno, Im-Ho-Tep, yang “menghidupkan” legenda Raja Scorpion itulah yang jadi andalan James Jacks dan Sean Daniel, produser The Mummy (1999). James dan Sean sukses menangguk dolar lewat The Mummy di seantero dunia. Di Amerika Serikat saja, film ini menyedot US$ 155 juta, plus sekitar US$ 415 juta dari pelosok dunia yang lain.

The Mummy jelas mengungguli film serupa dari generasi awal, seperti The Mummy (1932), The Mommy’s Tomb (1942), dan The Mummy’s Ghost (1944). Ia “meracik” petualangan besar dengan nuansa horor, dan efek khusus yang kian komplet. Film garapan sutradara Stephen Sommers itu berlanjut dengan The Mummy Returns, yang diputar di Jakarta sejak pekan lalu.

Petualangan Rick O’Connell (Brendan Fraser), Evelyn O’Connell (Rachel Weisz), dan Jonathan Carnahan (John Hannah) ditampilkan lebih seru. Mereka bersua kembali dengan musuh bebuyutannya, Im-Ho-Tep (Arnold Vasloo) dan Anck-Su-Namun (Patricia Velasquez). Juga dengan Raja Scorpion -diperankan Dwayne “The Rock” Johnson, bintang World Wrestling Federation- dan ribuan tentara Anubis -manusia berkepala anjing.

Kisah mumi jilid kedua ini hanya bergeser sedikit dari film sebelumnya. Alkisah, Mummy Returns membangkitkan legenda Raja Scorpion, manusia yang telah menjual jiwanya kepada Dewa Anubis. Ia menjelma dalam bentuk kalajengking raksasa. Kebangkitannya diikuti ribuan bala tentara Dewa Anubis yang ingin menguasai dunia.

Tapi, Sommers tampaknya tak berniat serius-serius amat. Meski “keberdebaran” film sepanjang dua jam lebih itu tetap terjaga, ia juga “memercikkan” dialog dan adegan menggelikan di sana-sini. Nuansa humor itu dipercayakan kepada bintang cilik Freddie Boath, yang memerankan Alex, putra Rick-Evelyn. Ketika ia jatuh ke tangan Im-Ho-Tep dan komplotannya, misalnya, justru banyolan dan tingkah kocak Alex yang berhamburan.

Mummy Returns lebih menonjolkan permainan efek visual yang dipadukan dengan animasi komputer garapan Industrial Light & Magic. Industri ini memang tak asing bagi dunia perfilman Hollywood. Ingatlah kreativitas mereka dalam mereka-bentuk dan menciptakan karakter dinosaurus dalam Jurassic Park, atau figur hantu lucu sahabat manusia, Casper.

Penggarapan karakter dan sosok mumi, serta pernak-pernik potret Mesir Kuno, ditangani Jenn Emberly, animator senior yang sedang bersinar. Dalam film ini, ia mengilas balik wajah Maroko dan Yordania, lokasi pembuatan The Mummy Returns, ke setting 1933. Jenn sukses pula menciptakan rekaan “kota kematian” Hamunaptra di Sahara Maroko, 3.000 tahun lampau.

Begitu juga ketika ia menyuguhkan metamorfosis mumi ke wujud Im-Ho- Tep, Anck-Su-Namun, dan mumi-mumi lain yang masih dalam bentuk aslinya. Pertempuran laskar Medjai dengan ribuan pasukan Raja Scorpion juga berhasil menawarkan tontonan yang asyik. Namun, seperti kebanyakan film petualangan klasik yang dihidupkan kembali, Mummy Returns juga tak bergeser dari “sejarah”.

Pada akhir cerita, para mumi… ya kembali jadi mumi. Kota kematian pun tenggelam ditelan lautan pasir. Benda-benda keramat, seperti gelang emas Raja Scorpion dan tombak sakti senjata kesatria Medjai, tentara pelindung kerajaan, raib seketika. Kita jadi ingat, Raja Scorpion itu memang legenda belaka.

Yang pasti, Mummy Returns diperkirakan mengungguli pendapatan The Mummy. Berdasarkan pengamatan Exhibitor Relation Co dan ACNielsen, pekan lalu, Mummy Returns mengeruk duit tak kurang dari US$ 181,2 juta dalam lima pekan di Amerika Serikat. Sementara, ia nangkring di posisi ke-13 Home Box Office Amerika Serikat.

Dipo Handoko

Gatra

EDISI: 30/07

TANGGAL: 010616

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,168 other followers

%d bloggers like this: