<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Meminta Maaf, Lupa Memaafkan</title>
	<atom:link href="http://spesies.wordpress.com/2008/10/11/meminta-maaf-lupa-memaafkan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://spesies.wordpress.com/2008/10/11/meminta-maaf-lupa-memaafkan/</link>
	<description>Perjalanan hidup itu masih berupa sketsa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2009 03:15:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Liliek</title>
		<link>http://spesies.wordpress.com/2008/10/11/meminta-maaf-lupa-memaafkan/#comment-70</link>
		<dc:creator>Liliek</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 03:15:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesies.wordpress.com/?p=828#comment-70</guid>
		<description>Pemerian maaf adalah aktion no talk only
Perbuatan Sia sia rasanya 
Bila pemberian maaf atawa minta maaf hanya dibibir saja
Akhirnya hanya sebagai formalitas saja 

Nah inila fenomena kehidupan sekarang
Kebanyakan hanya mengejar yang nampak saja
Banyak mengobral kata,mengejar impian 
Namun kepedian,luka lama masih tersimpan didalam dada

Itulah noda yang telah terinstal didalam memori kehidupannya
Yang akan menolak segala informasi yang tidak sama
Akhirnya hanya masuk kiri keluar kanan 
Akhirnya hidup dalam belenggu dosa/luka lama

Aku ingin keluar dari belenggu kehidupan 
Ingin merples, mengintal ulang memori yang usang
Aku tak mau hidup ini direcokin kendala masa silam 
Maafku telah tebarkan dendamku telah kuhapuskan 
akan kutulis kehidupanku dengan senyuman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerian maaf adalah aktion no talk only<br />
Perbuatan Sia sia rasanya<br />
Bila pemberian maaf atawa minta maaf hanya dibibir saja<br />
Akhirnya hanya sebagai formalitas saja </p>
<p>Nah inila fenomena kehidupan sekarang<br />
Kebanyakan hanya mengejar yang nampak saja<br />
Banyak mengobral kata,mengejar impian<br />
Namun kepedian,luka lama masih tersimpan didalam dada</p>
<p>Itulah noda yang telah terinstal didalam memori kehidupannya<br />
Yang akan menolak segala informasi yang tidak sama<br />
Akhirnya hanya masuk kiri keluar kanan<br />
Akhirnya hidup dalam belenggu dosa/luka lama</p>
<p>Aku ingin keluar dari belenggu kehidupan<br />
Ingin merples, mengintal ulang memori yang usang<br />
Aku tak mau hidup ini direcokin kendala masa silam<br />
Maafku telah tebarkan dendamku telah kuhapuskan<br />
akan kutulis kehidupanku dengan senyuman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Liliek</title>
		<link>http://spesies.wordpress.com/2008/10/11/meminta-maaf-lupa-memaafkan/#comment-69</link>
		<dc:creator>Liliek</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 03:14:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesies.wordpress.com/?p=828#comment-69</guid>
		<description>Pemerian maaf adalah aktion no talk only
Perbuatan Sia sia rasanya 
Bila pemerian maaf atawa minta maaf hanya dibibir saja
Akhirnya hanya sebagai formalitas saja 

Nah inila fenomena kehidupan sekarang
Kebanyakan hanya mengejar yang nampak saja
Banyak mengobral kata,mengejar impian 
Namun kepedian,luka lama masih tersimpan didalam dada

Itulah noda yang telah terinstal didalam memori kehidupannya
Yang akan menolak segala informasi yang tidak sama
Akhirnya hanya masuk kiri keluar kanan 
Akhirnya hidup dalam belenggu dosa/luka lama

Aku ingin keluar dari belenggu kehidupan 
Ingin merples, mengintal ulang memori yang usang
Aku tak mau hidup ini direcokin kendala masa silam 
Maafku telah tebarkan dendamku telah kuhapuskan 
akan kutulis kehidupanku dengan senyuman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerian maaf adalah aktion no talk only<br />
Perbuatan Sia sia rasanya<br />
Bila pemerian maaf atawa minta maaf hanya dibibir saja<br />
Akhirnya hanya sebagai formalitas saja </p>
<p>Nah inila fenomena kehidupan sekarang<br />
Kebanyakan hanya mengejar yang nampak saja<br />
Banyak mengobral kata,mengejar impian<br />
Namun kepedian,luka lama masih tersimpan didalam dada</p>
<p>Itulah noda yang telah terinstal didalam memori kehidupannya<br />
Yang akan menolak segala informasi yang tidak sama<br />
Akhirnya hanya masuk kiri keluar kanan<br />
Akhirnya hidup dalam belenggu dosa/luka lama</p>
<p>Aku ingin keluar dari belenggu kehidupan<br />
Ingin merples, mengintal ulang memori yang usang<br />
Aku tak mau hidup ini direcokin kendala masa silam<br />
Maafku telah tebarkan dendamku telah kuhapuskan<br />
akan kutulis kehidupanku dengan senyuman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cocain yoga</title>
		<link>http://spesies.wordpress.com/2008/10/11/meminta-maaf-lupa-memaafkan/#comment-60</link>
		<dc:creator>cocain yoga</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 07:40:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesies.wordpress.com/?p=828#comment-60</guid>
		<description>saya mita ma`af kalau saya punya salah
Dan saya ma`afkan kesalahan2 mua............ ok all

cocain`s yoga beecom weluhan jember
beecom comunity
LA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mita ma`af kalau saya punya salah<br />
Dan saya ma`afkan kesalahan2 mua&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; ok all</p>
<p>cocain`s yoga beecom weluhan jember<br />
beecom comunity<br />
LA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: spesies</title>
		<link>http://spesies.wordpress.com/2008/10/11/meminta-maaf-lupa-memaafkan/#comment-22</link>
		<dc:creator>spesies</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 03:00:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesies.wordpress.com/?p=828#comment-22</guid>
		<description>Thanks kawan Akhmad.. Maaf saya agak lama tidak membuka blog ini.. terima kasih sekali lagi atas maafnya. Memberi maaf memang bagian dari tuntunan Islam. Sebagaimana tauladan dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah uswatun hasanah, seseorang yang sangat pemaaf. Aisyiyah r. a. berkata: Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW membalas karena beliau dianiaya selama hukum Allah tidak dilanggar. Beliau akan memaafkan kesalahan orang lain yang mengenai dirinya, karena itu adalah sifat utama</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks kawan Akhmad.. Maaf saya agak lama tidak membuka blog ini.. terima kasih sekali lagi atas maafnya. Memberi maaf memang bagian dari tuntunan Islam. Sebagaimana tauladan dari Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah uswatun hasanah, seseorang yang sangat pemaaf. Aisyiyah r. a. berkata: Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW membalas karena beliau dianiaya selama hukum Allah tidak dilanggar. Beliau akan memaafkan kesalahan orang lain yang mengenai dirinya, karena itu adalah sifat utama</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Akhmad Budi Waluya</title>
		<link>http://spesies.wordpress.com/2008/10/11/meminta-maaf-lupa-memaafkan/#comment-18</link>
		<dc:creator>Akhmad Budi Waluya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 12:31:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://spesies.wordpress.com/?p=828#comment-18</guid>
		<description>Ok, saya maafkan segala kesalahan sampeyan baik yang telah lalu maupun yang akan datang. :)
Memang makin kesini kok kesannya pemberian maaf ini menjadi semacam ada perbedaan tingkatan antara yang meminta maaf dan yang memberi maaf. Jadinya yah karena perasaan kok memberi maaf itu seperti merasa lebih tinggi derajatnya atau paling tidak lebih senior lah.
Akhirnya saya juga minta maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah ataupun belum saya perbuat baik sengaja maupun tidak sengaja.
Wassalam,
AkhmadBW</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ok, saya maafkan segala kesalahan sampeyan baik yang telah lalu maupun yang akan datang. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Memang makin kesini kok kesannya pemberian maaf ini menjadi semacam ada perbedaan tingkatan antara yang meminta maaf dan yang memberi maaf. Jadinya yah karena perasaan kok memberi maaf itu seperti merasa lebih tinggi derajatnya atau paling tidak lebih senior lah.<br />
Akhirnya saya juga minta maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah ataupun belum saya perbuat baik sengaja maupun tidak sengaja.<br />
Wassalam,<br />
AkhmadBW</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
