INGSUN

Saat lahir otak bayi memiliki 100 miliar neuron, kira-kira sebanyak bintang di galaksi Bima Sakti. Otak orok dilengkapi satu triliun glia. Sel glia –dari bahasa Yunani yang berarti perekat– membentuk semacam sarang yang melindungi dan memberi makan neuron. “Otak bayi sudah berisi hampir semua sel saraf yang akan dimilikinya. Namun pola penyambungan antara sel-sel itu masih harus dimantapkan,” kata Shatz dari Berkeley, seperti ditulis J Madeleine Nash dalam Otak Kanak-Kanak, yang dimuat dalam Majalah TIME, edisi 3 Februari 1997.

Sel-sel otak bayi itu baru sebagian yang telah terhubung dengan sejumlah organ penting, di antaranya sel-sel otak yang mengendalikan detak jantung, pernafasan, gerak refleks, pendengaran, dan naluri hidup.

Saat anak usia 3 tahun, sel otak telah membentuk sekitar 1000 triliun jaringan koneksi (sinapsis). Jumlah ini 2 kali lipat, lebih banyak dari yang dimiliki orang dewasa. Setiap satu sel otak dapat berhubungan dengan 15.000 sel lain. Jaringan koneksi yang jarang digunakan akan mati, sedangkan yang sering digunakan akan semakin kuat dan permanen. Setiap rangsangan atawa stimulasi yang diterima anak melahirkan sambungan baru, dan memperkuat sambungan yang sudah ada.

Kapan memori bisa merekam saat paling awal diri ini hidup? Bisakah memori mengingat sesaat setelah diri lahir? Bisakah memori mengingat kapan diri ini bisa berpikir? Bisakah memori mengingat kapan kejadian pertama yang terekam otak?

Jawabannya tak pasti. Karena kehidupan dunia selalu berupa sketsa. Tulisanku ini hanya sebagian dari sketsa yang pernah kujalani. Sketsa yang tak pernah rampung …

Leave a Reply