TANPA terdengar suara hiruk-pikuk, setiap tanggal 25, sejak Oktober lalu, pemerintah harus merogoh dompetnya. Duit negara itu mesti disetorkan untuk membayar obligasi yang dikeluarkannya. Menurut jadwal, pada 25 November depan, tiga seri obligasi pemerintah yang kini dipegang Bank Indonesia bakal jatuh tempo. Hingga Februari 2002, akan terjadi peristiwa serupa. Rentetan jatuh tempo berikutnya terjadi dari 2003 hingga 2009.
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2002, pemerintah menganggarkan Rp 59,6 trilyun, hanya untuk pembayaran bunganya. Selama empat tahun ke depan, pemerintah harus merogoh sekitar Rp 50 trilyun tiap tahun. Itu baru untuk bunganya. Read more »









